Selasa, 29 November 2016

RESUM PROSES MORFOLOGI AFIKSASI VERBAL (MORFOLOGI)


PROSES MORFOLOGI

Proses morfologi adalah proses pembentukan kata dari sebuah bentuk dasar melalui pembubuhan afiks (dalam proses afiksasai), pengulangan (dalam proses reduplikasi), penggabungan (dalam proses komposisi), pemendekan (dalam proses akronimisasi), dan pengubahan status (dalam proses konversi). (Abdul Chaer:2008:25). Proses morfologi  mencoba menyusun dari komponen-komponen kecil menjadi sebuah bentuk yang lebih besar yang berupa kata kata kompleks atau kata yang polimorfemis.

A.    Afiksasi
Salah satu proses dalam pembentukan kata turunan berkategori verba, nomina, maupun ajektifa. (Abdul Chaer:2008:106) afiks- afiks pembentukan verba antara lain, prefiks ber-, konfiks dan klofiks ber-an, klofiks ber-kan, sufiks –kan, sufiks –i, prefiks per-, konfiks per-kan, konfiks per-i, prefiks me-, di-, ter-, ke-, dan konfiks ke-an.

1.1   Verba Berprefiks  
Prefiks
Makna gramatikal
Contoh
 





    ber-
-Mempunyai atau
-Ada (dasar)nya
-memakai (dasar)
-mengendarai/naik(dasar)

-berisi/mengandung

-mengeluarkan atau
-meghasilkan
-mengusahakan
-melakukan
-mengalami
-menyapa/menyebut

-kumpulan/berkelompok
-memberi
-Berayah ‘mempunyai ayah’
-Berkaca ‘ada kacanya’
-berjilbab ‘memakai jilbab’
-berkuda ‘naik kuda’
-berbemo, berbus,bertaksi*
-beracun ‘mengandung racun’
-berair ‘berisi air’*
-berdarah ‘mengeluarkan darah’
-berproduksi‘menghasilkan produk’
-berladang ‘mengusahakan ladang’
-berdebat ‘melakukan debat’
-bersedih ‘mengalami sedih’
-berkakak ‘menyebut kakak’
-berabang*
-bertujuh ‘berkelompok 7 orang’
-bersedekah ‘memberi sedekah’
   Per- *
-jadikan lebih
-anggap sebagai
-bagi
-pertinggi ‘jadikan lebih tinggi’
-perbudak ‘anggap sebagai anak’
-perseribu ‘bagi seribu’
   Me-
Inflektif
-melakukan (dasar)
-melakukan pekerjaan dengan alat
-melakukan pekerjaan dangan bahan
-membuat (dasar)
-menulis ‘melakukan tulis’
-memahat ‘melakukan pekerjaan dengan alat pahat
-mengecat ‘melakukan pekerjaan dengan bahan cat’
-menyambal ‘membuat sambal’
Me –
derivatif
-makan,minum,menghisap
-mengeluarkan
-menjadi/menjadi seperti
-Menuju
-memperingati
-menyoto ‘makan soto’*
-mengeong‘mengeluarkan bunyi’
-menua ‘menjadi tua’, membatu
-mendarat ‘menuju darat’
-menyeratusi hari
di-
inflektif
Kebalikan dari prefiks verba me- inflektif

Ter- infleksi
-dapat/sanggup
-tidak sengaja
-sudah terjadi
-terangkat ‘dapat diangkat’
-Terlihat ‘tidak sengaja dilihat’
-terputus ‘sudah terjadi (putus)
Ter- derivatif
-paling
-dalam keadaan
-terjadi dengan tiba-tiba
-terbaik ‘paling baik’
-tergeletak ‘dalam keadaan tergeletak’
-tertegun ‘tiba-tiba tertegun’
Ke-
-sepadan dengan verba berprefiks ter-
-kebaca sepadan dengan - terbaca
-ketangkap sepada dengan –tertangkap
*Catatan :
·         berbus secara aktual memang belum lazim “belum lazim” digunakan orang tetapi secara gramatikal bentuk tersebut berterima. Alih-alih menggunakan bentuk berbemo orang menggunakan bentuk naik bemo
·         berair juga bisa bemakna ‘berisi air’, bisa juga ‘ada airnya’ dan ‘mengeluarkan’. Berabang juga bisa bermakna ‘mempunyai’.
·         Ada sejumlah prefiks ber- yang tidak bermakna gramatikal melainkan bermakna idiomatikal.misalnya berpulang dengan makna ‘meninggal’.
·         verba berperfiks per- dapat menjadi pangkal dalam pembentukan verba inflektif dalam bentuk berkonfiks memper-, diper-, atau terper-, misalkan memperpanjang, diperpanjang dan terpanjang.
·         prefiks per- adapula partikel per- yang memiliki ‘makna tiap-tiap’ atau ‘mulai’.

1.2  Verba Berkonfiks dan Berklofiks
Konfiks berbentuk ber-an memiliki dua macam pembentukan. Pertama berupa konfiks*, artinya prefiks ber- dan sufiks –an itu di imbuhkan secara bersamaan sekaligus pada sebuah bentuk  dasar, kedua klofiks* artinya prefiks ber- dan sufiks –an itu tidak diimbuhkan secara bersamaan pada sebuah dasar.

Konfiks
Makna Gramatikal
Contoh
Ber-an
-banyak serta tidak beratur
-saling atau berbalasan
-saling berada di-
-berlarian ‘tidak beraturan’
-bermusuhan ‘saling bermusuhan’
-berseberangan ‘saling berada di sebrang’
Ber-kan
-akan
-bersenjatakan ‘mempunyai isi akan (clurit)
Per-kan*
-jadikan bahan
-lakukan supaya
-jadikan me-
-jadikan ber-
-perdebatan ‘jadikan bahan perdebatan
-persamakan ‘lakukan supaya sama’
-perlihatkan ‘jadikan orang lain melihat
-pertemukan ‘ jadikan bertemu’
Per-i*
-lakukan supaya jadi
-lakukan(dasar)
-perbaiki ‘lakukan supaya jadi baik’
-persetujui ‘ lakukan setuju pada objeknya’
Ke-an
-terkena,menderita
-agak besifat
-kebanjiran ‘terkena banjir’
-kemerahan ‘agak merah’


*Catatan :
·         Ber-an sebagai konfiks memiliki satu makna sedangkan ber-an sebaggai klofiks memiliki makna sendiri-sendiri.
·         Menetukan ber-an konfiks atau klofiks tergantung kalimat. Misalkan
           Konfiks;garis a dan b berptongan pada titik c
           Klofiks;gadis yang berpotongan seperti gajah bengkak itu tak mungkin menang
·         Verba konfiks per-kan dan per-i dapat menjadi pangkal pembentukan infleksi,

klofiks
Contoh
Ber-an
Berpegangan, bersandaran,berkenaan,bermesraan,berdekatan,bermusuhan.
Ber-kan
Bermodalkan, beristrikan, bersuamikan, beralaskan, berdasarkan.

1.3  Verba bersufiks
Sufiks
Makna gramatikal
Contoh
-kan*
-jadikan
-jadikan berada di
-lakukan untuk orang lain
-lakukan akan
-bawa maasuk ke
-tenangkan ‘ jadikan tenang’
-pinggirkan ‘jadikan berada di pinggir’
-ambilkan ‘lakukan untuk orang lain’
-lemparkan ‘lakukan akan (lempar)’
-asramakan ‘bawa masuk ke asrama’
-i*
-berulang kali
-tempat
-merasa sesuatau pada
-beri atau bubuh pada
-sebabkan atau jadikan
-lakukan pada
-pukuli ‘ berulang kali pukuli”
-duduki ‘duduk di.....’
-kasihi ‘merasa kasih pada’
-garami ‘beri garam pada’
-lengkapi ‘jadikan lengakap’
-siasati ‘lakukan siasat pada
            *Catatan :
·         Verba bersufiks –kan lazim menjadi dasar dalam pembnetukan verba berprefiks me- inflesi, di- infleksi,ter- infleksi, seperti kata-kata melompatkan, dilompatkan dan terlompatkan.
·         Sufiks –i tidak dapat diimbuhkan pada bentuk dasar yang diakhiri dengan vokal –i atau diftong ai. Jadi bentuk ‘mandii’, beliin’, ‘sampaii tidak berterima.
·         Perbedaan makna gramatikal verba bentuk –kan dan verbal bentuk –i, sufiks –kan menyatakan ‘lakukan akan’ , sedangkan sufiks –i menyatakan ‘lakukan pada’. Simak dan bandingkan; tanamkam – tanami,
·         Sufiks –kan dan suffiks –i pada dasar yang memiliki komponen makna (+tempat0 atau (+arah) lebih bermakna idiomatikal daripada bermakna gramatikal . contohnya: mengutarakan bermakna idiomatikal ‘menyatakan’.
·         Berkenaan dengan dapat tidaknya diberi sufiks –kan dan –i akar dalam bahasa indonesia dikelompokkan atas: akar yang dapat diimbuhkan sufiks –kan dan sufiks –i, misal; tulis(kan) – tulis(i). Akar dapat diberi imbuhan sufiks –kan tetapi tidak dapat diberi imbuhan *sufiks–i. Misalkan; anjur(kan)- *anjur(i). Akar yang hanya dapat diberi imbuhan sufiks–i, tetapi tidak dapat diberikan imbuhan *sufiks –kan. Misalkan; *patuh(kan) –patuh(i).






0 komentar:

Posting Komentar