KOMPOSISI
Komposisi
adalah proses penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun
bentuk berimbuhan) untuk mewadahi suatu
“ konsep” yang belum tertampung dalam sebuah kata.(Chaer, 2008:209)
1.1
Komposisi
dalam Peristilahan
ü Alisyahbana (1953),
Istilah
pertama yang banyak digunakan adalah kata
majemuk, Istilah ini digunakan untuk mengacu kepada konsep “gabungan dua
buah kata atau lebih” yang memiliki makna baru.
Contoh : - kumis kucing ‘sejenis tanaman yang...’
adalah kata majemuk
-
kumis
kucing ‘kumis dari kucing’ adalah bukan kata majemuk
Jadi dapat ditarik kesimpulan :
1.
Identik
dengan konsep idiom dalam kajian semantik.
2.
Dibuatnya
dikolomi kata majemuk dan bukan kata majemuk
ü Fokker (1951), menggunakan istilah kelompok kata, yang
dibedakan atas
1.
Kelompok longgar dimaksudkan
untuk kelompok kata yang hubungan antara unsur-unsurnya bersifat tidak
mengikat.
2.
Kelompok erat adalah kelompok
yang hubungan antara unsur-unsurnya bersifat erat dan tidak dapat dipisahkan.
Jadi jika
dibandingkan dengan peristilahan Alisyahbana:
1.
Kelompok
longgar = bukan kata majemuk
2.
Kelompok
erat = kata majemuk
ü C.A Mees (1957),
mengunakan
istilah kata majemuk dan aneksi
Jadi kata majemuk
untuk komposisi yang bermakna idiomatik dan aneksi untuk komposisi yang bukan
bermakna idiomatik.
ü Kridalaksana
(1989) menyamakan
istilah komposisi sama dengan perpaduan
atau pemanajemukan, yaitu proses penggabungan dua leksem atau lebih yang
membentuk kata. Hasil proses itu disebut paduan leksem atau kompositum, yang
menjadi kata calon kata majemuk. Kompositum adalah proses mofologis sedangkan
frasa adalah proses sintaksis yang dibentuk dari kata dengan kata.
ü Alwi (1998) tidak
membicarakan komposisi menjadi satu bab, melainkan dimasukan dalam verba
majemuk, ajektifa majemuk, nomina majemuk.(lihat Chaer, 2003)
(Chaer, 2008,211)
1.2
Aspek
Semantik Komposisi
Tujuan utama membentuk komposisi adalah
untuk menampung atau mewadahi konsep-konsep yang ada dalam kehidupan kita
tetapi belum ada wadahnya dalam bentuk sebuah kata. Dilihat dari usaha untuk
menampung konsep-konsep ini dapat dibedakan adanya lima macam komposisi.(Chaer,
2008: 213)
ü Komposisi yang
menampung konsep- konsep yang digabungkan sederajat, sehingga membentuk komposisi yang koordinatif.
Contoh : jauh dekat ‘jauh dan
dekat’/ ‘jauh atau dekat’
ü Komposisi yang
menampung konsep-konsep yang digabung tidak sederajat, sehingga melahirkan komposisi yang suborninatif.
Contoh : sate ayam
‘sate yang berasal dari madura’
(+bahan) (+tempat)
ü Komposisi yang
menghasilkan istilah, yakni yang maknanya sudah pasti, sudah tertentu, meskipun
bebas dari konteks kalimatnya, karena sebagai istilah hanya digunakan daam
bidang ilmu atau kegiatan tertentu. Beberpa contoh istilah dalam bentuk
komposisi :
Istilah olahraga à tolak peluru istilah pendidikanà guru bantu
Istilah linguistik à morfem bebas istilah agama à ayat kursi
Istilah politik à hak angket
ü Komposisi
pembentuk idiom, yakni penggabungan dasar dengan dasar yang menghasilkan makna
idiomatik, yaitu makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun
gramatikal. Contoh : memeras keringat
‘bekerja keras’
ü Komposisi yang
menghasilkan nama, yakni yang mengacu pada sebuah maujud dalam dunia nyata.
Contoh : Stasiun Gambir (Chaer, 2008:
213-215)
1.3
Pengembangan
komposisi
·
Komposisi Nomina
Komposisi nomina adalah
komposisi yang pada satuan klausa berkategori nomina (kata benda). Komposisi nomina dapat dibentuk dari dasar
1) Nomina + nomina, seperti kakek nenek,
meja kayu, sate kambing
2) Nomina + verba, seperti meja makan,,
buku ajar, ruang tunggu.
3) Nomina + adjektifa, seperti guru muda, mobil kecil,
meja hijau.
4) Adverbial + nomina, seperti bukan
uang, banyak serigala, beberapa guru.
·
Komposisi
bermakna gramatikal (Chaer, 2008:217)
|
Makna gramatikal
|
Komponen makna
|
Contoh
|
|
‘gabungan
biasa’
|
(+pasangan
antonim relasion)
(+anggota
dari satuan medan makna)
|
·
Ayah ibu
·
Topan badai
|
|
‘bagian’
|
(+bagian
dari unsur kedua)
|
·
Akhir bulan
|
|
‘kepunyaan’
|
(+
benda termilik)
|
·
Tongkat kakek
|
|
‘asal
bahan’
|
(+bahan
pembuat unsur pertama)
|
·
Cincin emas
|
|
‘asal
tempat’
|
(+tempat
berasal unsur pertama)
|
·
Sate padang
|
|
‘bercampur’
|
(+pencampuran
pada unsur pertama)
|
·
Teh susu
|
|
‘hasil
buatan’
|
(+pembuat
unsur pertama)
|
·
Mobil jepang
|
|
‘tempat
melakukan sesuatu’
|
(+ruang)
dan (+tindakan)
|
·
Kamar mandi
|
|
‘kegunaan
tertentu’
|
(+kegunaan)
dan (+tindakan)
|
·
Kapur tulis
|
|
‘bentuk’
|
(+bentuk)
|
·
Besi bulat
|
|
‘jenis’
|
(+benda
generik)
|
·
Pisau lipat
|
|
‘keadaan’
|
(+benda)
dan (+keadaan)
|
·
Buku tipis
|
|
‘seperti’
|
(+benda
buatan)
|
·
Gula pasir
|
|
‘jender’
|
(+gender)
|
·
Sapi betina
|
|
‘model’
|
(+benda
buatan)
|
·
Rumah eropa
|
|
‘memakai’
|
(+benda
alat) (+bahan yang digunakan)
|
·
Kereta listrik
|
|
‘yang
di...’
|
(+perilaku
terhadap unsur pertama)
|
·
Anak angkat
|
|
‘ada
di..’
|
(+kegiatan)
dan (+ruang)
|
·
Bajak laut
|
|
‘yang
(biasa) melakukan
|
(+pelaku)
dan (+tindakan)
|
·
Juru parkir
|
·
|
|
Komposisi
Nominal Bermakna Idiomatik
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
|
|
·
Komposisi nominal metaforis
Metaforis
yakni dengan mengambil salah satu komponen makna yang dimiliki unsur-unsur
tersebut. Contoh : kaki mobil
·
Komposisi Nominal Nama dan Istilah
|
Nama
|
Istilah
|
|
Hotel
indonesia
|
Buku ajar
|
|
Kali ciliwung
|
Garam
beryodium
|
·
Komposisi Nominal dengan Adverbia
Ditentukan
oleh makna lesikal, menyatakan negasi dan menyatakan jumlah
Contoh
: - Bukan Anjing - Sedikit Air
(Chaer,
2008:216-224)
·
Komposisi verbal
Komposisi verbal adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori
verbal (kata kerja). Komposisi verbal dapat
dibentuk dari dasar:
1) Verba + verba, seperti menyanyi
menari, duduk termenung, makan minum.
2) Verba + nomina, seperti gigit jari,
membanting tulang, lompat galah.
3) Verba + adjektifa, seperti lompat tinggi, lari cepat, terbaring gelisah.
4) Adverbia + verba, seperti sudah
makan, belum ketemu, masih tidur.
·
Komposisi Verbal Bermakna Gramatikal (Chaer,2008: 225-229)
|
Makna
gramtikal
|
Komponen
makna
|
Contoh
|
|
‘gabungan biasa’
|
-bersinonim
-medan
makna
-berantonim
|
·
Caci maki
·
Makan minum
·
Bongkar pasang
|
|
‘gabunganmentertentangkan’
|
-berantonim
|
·
Maju mundur
|
|
‘sambil’
|
(+tindakan) dan(+gerak)
|
·
Duduk bersiul
|
|
‘lalu’
|
(+tindakan) dan(+gerak)
|
·
Pulang menangis
|
|
‘untuk’
|
(+tindakan) dan (+sasaran)
|
·
Pergi berobat
|
|
‘dengan’
|
(+tindakan) dan (+keadaan)
|
·
Datang merangkak
|
|
‘secara’
|
(+cara)
|
·
Terjun bebas
|
|
‘alat’
|
(+alat)
|
·
Terjun payung
|
|
‘waktu’
|
(+saat)
|
·
Makan siang
|
|
‘karena’
|
(+penyebab)
|
·
Mandi keringat
|
|
‘terhadap’
|
(+bahaya)
|
·
Tahan uji
|
|
‘sehingga’
|
(+kesudahan)
|
·
Pukul mundur
|
|
‘menuju’
|
(+arah tujuan)
|
·
Naik darat
|
|
‘arah
kedatangan’
|
(+tempat kegiatan)
|
·
Habis mandi
|
|
‘seperti’
|
(+perbandingan)
|
·
Buta ayam
|
·
Komposisi Verbal Bermakna Idiomatikal
Hampir
semua komposisi verbal yang bermakna idiomatikal berstruktur verbal+nominal
atau kalusa predikat + objek . contoh : gigit
jari, makan garam
·
Komposisi Verbal dengan Adverbia
Verba
sebagai pengisi fungsi predikat dalam sebuah klausa sering didampingi oleh
sebuah adverbia atau lebih. Contoh: tidak
makan, sudah tidak makan.
(Chaer,2008:225-229)
·
Komposisi Ajektifal
Komposisi adjektiva
adalah komposisi yang pada satuan klausa, berkategori adjektiva (kata sifat). Komposisi adjektiva dapat dibentuk dari dasar:
1) Adjektiva + adjektiva,
seperti tua muda, besar kecil, putih abu-abu.
2) Adjektiva + nomina, seperti merah darah, keras hati, biru laut.
3) Adjektiva + verba, seperti takut pulang, malu bertanya, berani
pulang.
4) Adverbia + adjektiva, seperti, tidak takut, agak malu, sangat menyenangkan.
·
Komposisi Ajektival Bermakna Gramatikal
|
Makna
gramatikal
|
Komponen
makna
|
Contoh
|
|
‘gabungan
biasa’
|
-sinonim
-antonim
-sejalan
|
·
Tua renta
·
Jauh dekat
·
Kecil mungil
|
|
‘alternatif’
|
|
·
Halal haram
|
|
‘seperti’
|
(+warna)
|
·
Hijau lumut
|
|
‘serba’
|
|
·
Putih-putih
|
|
‘untuk’
|
(+peristiwa)
|
·
Takut mati
|
|
‘kalau’
|
(+tindakan)
|
·
Khawatir mendengar
|
·
Komposisi Ajektival Bermakna Idiomatikal
Misalnya:
Panjang usus dalam dalam arti ‘sabar’. Tinggi hati dalam arti ‘angkuh’.
·
Komposisi Ajektival dengan Adverbial
Hanya
ada dua macam adverbia yang mendampingi ajektiva untuk membentuk komposisi
ajektival, yaitu:
1. Adverbial
negasi : tidak.
2. Adverbial
derajat : agak, sama, lebih, kurang, sangat.
Contoh pemakaian :
1.
Tidak
bagus, tidak baik
2.
Agak
tinggi,
( Chaer, 2008:231-234)









0 komentar:
Posting Komentar