1.Hakikat Morfologi dari Berbagai Ahli.
Linguistik
adalah ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya. Dalam
cabangnya linguistik diklasifikasikan menjadi 4 cabang ilmu yaitu fonologi,
morfologi sintaksis dan semantik. Pembahasan kita kali ini adalah tentang
morfologi. Apa itu morfologi?.
Secara
etimologi kata morfologi berasal dari kata morf
yang berarti ‘bentuk’ dan kata logi
yang berarti ‘ilmu’. Secara harfiah kata morfologi berarti ilmu yang mengenai
bentuk. Sedangkan secara linguistik morfologi adalah ilmu yang mengenai bentuk
dan pembentukan kata.
Sedang banyak
para ahli mempunyai pendapat sendiri
tentang hakikat morfologi. Verhaar (1996: 97) menyatakan bahwa morfologi adalah
cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai
satuan gramatikal. Menurut Crystal (1980:232-233) pengertian morfologi adalah cabang
tata bahasa yang menelaah struktur atau bentuk kata, utamanya melalui
penggunaan morfem. Menurut Samsuri (1988: 15), mendefinisikan morfologi sebagai
cabang linguistik yang mempelajari struktur dan bentuk-bentuk kata.
Definisi morfologi menurut Ramlan
(1978:2) morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau
mempelajari seluk beluk struktur kata serta pengaruh perubahan-perubahan
struktur kata terhadap golongan dan arti kata. Definisi morfologi menurut Nida
(1974: 1) menyatakan bahwa morfologi adalah suatu kajian tentang morfem-morfem
dan penyusunan morfem dalam rangka pembentukan kata. Definisi marfologi menurut
Rusmaji (1993:2) morfologi mencakup kata, bagian-bagiannya, dan prosesnya.
Mulyana (2007:5), menyatakan bahwa
istilah morfologi diturunkan dari bahasa Inggris morphology, artinya cabang
ilmu linguistik yang mempelajari tentang susunan atau bagian-bagian kata secara
gramatikal. Dapat disimpulkan bahwa morfologi adalah cabang ilmu linguistik
yang mempelajari struktur dan bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan
struktur kata terhadap perubahan arti kata kajian tentang morfem-morfemdalam
rangka pembentukan kata.
2. Morfem
Morfem
merupakan satuan terkecil yang dipelajari dalam morfologi. Adapun definisi dari
para ahli. Morfem ialah satuan gramatik yang paling kecil yang tidak
mempunyai satuan lain selain unsurnya (Ramlan, 1983 : 26). Morfem ialah satuan
bentuk terkecil yang mempunyai arti (Alwasilah, 1983 : 10). Morfem yaitu semua
bentuk baik bebas maupun terikat yang tidak dapat dibagi ke dalam bentuk
terkecil yang mengandung arti (Bloch dan Trager dalam Prawirasumantri, 1985 :
127). Dari pendapat para ahli tersebut mempunyai konsep yang hampir sama bahwa
morfem adalah satuan gramatik terkecil baik bebas maupun ikat yang memiliki
arti, baik secara leksikal maupun gramatikal.
2.1
Identifikasi morfem
Untuk menentukan suatu satuan morfem atau
bukan, didasarkan pada identifikasi bentuk dan makna karena satuan bahasa
merupakan komposit antara bentuk dan makna. Berikut dapat digunakan untuk
mengidentifikasi morfem atau bukan.
a. Jika
ada dua bentuk yang sama atau lebih memiliki makna yang sama itu merupakan
morfem. Seperti kata tahun, perhatiakan
kalimat berikut.
1. Tahun
lalu ia berkunjung kerumah neneknya.
2. Setiap
tahun Desa kuraayu mengadakan sedekah desa.
Kalimat diatas merupakan sebuah morfem yang sama.
b. Jika
ada dua bentuk yang sama atau lebih memiliki makna yang berbeda itu merupakan
dua morfem yang berbeda. Seperti kata bunga,
perhatikan dua morfem berikut ini,
1. Bank syariah tidak memungut bunga pada nasabah.
2. Farah
membelikan rangkaian bungan mawar dihari ulang tahun ibu.
c. Jika
ada dua bentuk atau lebih yang berbeda memiliki makna yang sama. Merupakan dua
morfem yang berbeda. Misalkan pada contoh seperti kata emak dan ibu
1. Emak
memasak sayur lodeh.
2. Ibu
menumis kangkung.
d. Jika
ada bentuk-bentuk yang mirip tetapi memiliki makna yang sama, itu merupakan
morfem yang sama. Seperti bentuk-bentuk, me-,mem-,men-,meny-. Meng-, dan
menge-, perhatikan kata-kat berikut,
-merasa
-membawa
-mendengar
-menyikat
-menggali
-menghajar
e. Jika ada bentuk yang hanya memiliki
satu-satunya pasangan, itu juga sebuah
morfem. Contohnya tua renta,
segar bugar.
f. Jika ada bentuk yang muncul berulang-ulang
pada satuan yang lebih besar apabila memiliki makna yang sama.misalnya bentuk
tulis perhatikan kata-kata berikut,
-Menulis
-Penulis
-Penulisan
-Tulisan
-Tertulis
2.2
Alomorf dan Mofr
Bentuk
realisasi dari sebuah morfem adalah alomorf. Dengan perkataan lain, alomorf
adalah perwujudan kongkret(didalam penuturan) dari sebuah morfem. Misalkan
morfem {lari} direalisasikan menjadi unsur lesikal lari, dan morfem {-kan} direalisasikan dalam bentuk sufiks
kan menjadi meluruskan, melupakan. Jadi setiap morfem pasti mempunyai alomorf.
Selain itu bisa dikatakan bahwa morf dan alomorf adalah dua buah nama untuk
bentuk yang sama. Morf adalah nama untuk semua bentuk yang belum diketahui
statusnya sedangkan alomorf adalah nama untuk bentuk tersebut kalau sudah
diketahui status morfemnya.






0 komentar:
Posting Komentar