Selasa, 29 November 2016

RESUM AFIKSASI PEMBENTUKAN NOMINA (MORFOLOGI)


AFIKSASI:
PEMBENTUKAN NOMINA

Afiks- afiks pembentuk nomina turunan sejauh ini antara lain prefiks pe-, prefiks ke-, prefiks ter-, konfiks ke-an, konfiks pe-an, konfiks per-an, sufiks –an, sufiks -nya, dan infiks –er, infiks -el, infiks –em dan sufiks dari bahasa asing.(Chaer:2008:144)
1.      Nomina berprefiks
Prefiks
Makna gramatikal
Contoh
Ke-
-yang
-ketua, kekasih,kehendak
Pe-
(Kaidah Perseng-auan)*
-yang (dasar)
-yang me- (dasar)
-yang me-kan(dasar)
-yang me-i (dasar)
-pendatang ‘dari verba datang’
-penulis ‘dari dasar tulis melalui verba menulis.
-penjinak ‘dari dasar jinak melalui verba menjinakan’
-pewaris ‘dari dasar bentuk waris dari bentuk verba waris’
Pe- (tidak kaidah persengauan)
-yang ber- (dasar)
-yang dibentuk melalui proses analogi(yang)
-peladang ‘dari dasar ladang verba berladang’
-penyuruh ‘yang menyuruh’
-pesuruh ‘yang disuruh’

Ter-
-yang di (dasar)
-tersangka, terdakwa,tergugat, tertuduh.
*Catatan:
·         Makna gramatikal terkandang tidak sesuai dengan makna pemakaian bahasa. Dalam pemakaiannya nomina berprefiks pe- dapat menyatakan, antara lain makna:
-orang yang melakukan tindakan. Misalnya: penulis, pembaca.
-profesi dari seseorang. seperti pelukis, penyanyi.
-orang yang bersifat atau sering melakukan. Seperti pemabuk, pemalas.
·         Nomina berprefiks pe- tidak produktif. artinya,tidak semua verba berprefiks ber- atau berklofiks memper-kan menurunkan nomina berprefiks pe-. Ada sejumlah verba memper-kan(memper-i) yang memiliki nomina turunan berklofiks pemer- dengan makna gramatikal ‘yang memper-kan’. Misalnya; pemerhati verba memperhatikan.

2.      Nomina berinfiks –el,-em, dan –er.
Infiksasi dalam bahasa indonesia sudah tidak produktif lagi. Artinya tidak digunakan lagi untuk pembentukan kata-kata baru. Sejauh ini nomina berinfiks adalah:
Telapak   
Tapak
Telunjuk   
Tunjuk
Gemetar  
Getar
Seruling  
Suling
Gerigi
Gigi
Geligi
Gigi
Pelatuk
Patuk
Genderang
Gendang
Geletar
Getar
3.      Nomina berkonfiks
Konfiks
komponen
Makna gramatikal
contoh



Ke-an
-(+bendaan)/
(+objek bicara)
-(+bendaan),
(+wilayah) dan
(+jabatan)
-(+tindakan)
(+sasaran)
-hal dasar/
tentang dasar

-tempat

-hasil me-kan
-kehutanan ‘hal hutan’
-ketidakadilan ‘hal tidak adil’
-kelurahan‘wilayah lurah’
-kerajaan ‘wilayah raja’
-kelurahan ‘wilayah lurah’
-ketetapan ‘hasil menetapkan’
-kesimpulan‘hal menyimpulkan’
Pe-an*

(dasar) ^    ß
-proses/ hal me-^
-proses/hal me-kan^
-proses/hal me-i^
-pembacaan ‘hal membaca’
-pemutihan ‘hal memutihkan’
-pewarisan ‘hal mewarisi’
Per-an*

-hal ber- (dasar)
-hal tentang/
masalah (dasar)
-daerah
-pergerakan ‘hal bergerak’
-perekonomian ‘hal ekonomi’

-pegunungan ‘daerah gunung’
      *Catatan:
·         Nomina pe-an tergantung dengan kalimatnya, antara lain:
- Hal atau peristiwa; Pekan penghijauan dipusatkan dijawa tengah
- Proses; Pengadilan koruptor itu tersendat-sendat.
- Tempat; Ayah bekerja dipelelangan ikan
- Alat; Ibu membeli penggorengan baru
·         Pembentukan nomina dengan konfiks per-an ada yang diturunkan dari dasar melalui verba berprefiks ber- dan langsung dari prefiks dasr langsung. Ada sejumlah akar yang dapat membentuk verba berprefiks me- dan verba berprefiks ber-, seperti:
Satu à menyatu à bersatu
Dengan demikian kita dapat mendapati pasangan nomina pe-an dan per-an. Misalnya:
Penyatuan à persatuan

4.      Nomina bersufiks
Ada tiga macam pembentukan nomina bersufiks –an. Pertama, yang dibentuk dari dasar melalui verba berprefiks me- inflektif. Kedua, yang dibentuk dari dasar melalui verba berprfiks ber, dan ketiga dasar langsung diberi sufiks –an.(Chaer:2008;159).
Sufiks
     komponen
Makna gramatikal
          Contoh
  -an *
(Verba prefiks me- inflektif)
-an (berprefiks ber-)

-sasaran

-(+alat)
-Hal me- (dasar)
-yang di- (dasar)

-alat me- (dasar)

-tempat (dasar)

-tulisan ‘hasil menulis’
-makanan di lemari
 sudah habis
 -ayakan,saringan

-kubangan
-an *
(dasar langsung)
-(+takaran)
-(+bendaan)/(+kecil)
-(+keadaan)
-tiap-tiap
-banyak (dasar)
-bersifat(dasar)
-kiloan, harian, bulanan.
-ubanan, kutuan,kumisan
-murahan
-nya*
-(+keadaan)
-(tindakan)(+bendaan)
-hal (dasar)
-penegasan
-mahalnya
-nasinya, pulangnya.




*Catatan:

·         Makna gramatikal ‘hasil me-’, ‘yang di-’, dan ‘alat me-’ bisa bertumpang tindih, sebab tergantung pada konteks kalimatnya.
·         Dalam bahasa ragam nonbaku (yang berasal dari dialek  jakarta) terdapat nomina bersufiks –an yang bentuk dasarnya  berkelas ajektifa, memiliki makna gramatikal ‘lebih/dasar’ seperti kata tuaan ‘lebih tua’.
·         Bentuk seperti pelukan, ciuman, dengan makna gramatikal ‘saling’ berasal dari verba berpelukan yang kehilangan prefiks dari ber- nya.
·         Nomina bersufiks –nya tampaknya bersaing dengan nomina berkonfiks ke-an, seperti bentuk naiknya dengan kenaikan. Namun , bentuk mahalnya dengan kemahalan dan perginya dengan kepergian memiliki gramatikal yang berbeda.

5.      Nomina Bersufiks Asing
Sufiks
Makna gramatikal
contoh
in
‘laki-laki yang (dasar)’
-hadirin, muslimin, muhajirin
at
‘perempuan yang (dasar)’
-hadirat , muslihat, mukminat
-ah
‘perempuan yang (dasar)’
-gairah, hafizah
si
‘bergerak pada bidang(dasar)’
-musisis, kritisi
-ika
‘ilmu tentang(dasar)’
-fisika, linguistika
-ir
‘pelaku kegiatan(dasar)’
-importir,donasir
-ur
‘laki-laki yang menjadi(dasar)’
-direktur,kondektur, redaktur.
-us
‘orang yang melakukan(dasar)’
-politikus, musikus
-isme
‘paham mengenai dasar(dasar)’
-sukuisme, daerahisme
-sasi
‘proses pe-an (dasar)’
-spesialisasi, proklamator
-or
‘yang melakukan/menjadi(dasar)’
-aktor, diktaktor
*Catatan:

·         Sufiks asing tidak produktif dalam pembentukan nomina bahasa indonesia. Kata-kata “asli” indonesia yang telah diberi sufiks asing hanyalah kata-kata sukuisme, daerahisme,tendanisasi,neonisasi, dan lelenisasi.

0 komentar:

Posting Komentar