AFIKSASI:
PEMBENTUKAN AJEKTIVA
Kategori
ajektiva dalam kosakata bahasa indonesia pada umumnya berupa kata yang telah
‘jadi’ atau bentuk yang berupa akar. Maka tidak perlu dibentuk trlebih dahulu dengan afiks. Jadi tidak sama
dengan kata-kata yang berkategori nomina dan verba yang terlebih dahulu yang
dibentuk dengan proses afiksasi. Namun, hampir semua buku tata bahasa, termasuk
juga buku kridalaksana (1989) dan buku alwi (1998) ada sejumlah kata berafiks
yang bentuk dasarnya berkategori ajektiva dan berkategori nomina tetapi
memiliki komponen makna (+sifat) atau (+keadaan) digolongkan juga sebagai kat
berkelas ajektiva. Dasar ajektiva berafiks indonesia memang diakui ada yang
bertumpang tindih. (Chaer:2008:168)
1.
Dasar
Ajektiva Berprefiks pe-
Ada dua macam proses pembubuhan prefiks
pe- pada dasar ajektiva. Yang pertama diimbuhkan langsung, dan yang kedua
diimbuhkan melalui verba berafiks me-kan.(Chaer:2008:169) Perhatikan bagan
berikut:
1.1
Pembentukan
Ajektiva berprefiks
|
Prefiks
|
Komponen makna
|
Makna
gramatikal
|
contoh
|
|
-pe
|
(+sikap batin)
(+keadaan
fisik)
|
‘yang memiliki
sifat (dasar)
‘yang
menjadikan (dasar)
|
-pemalu
-pembersih
|
|
Se-
|
-
|
‘sama (dasar)’
|
-sepintar A
|
|
Ter-
|
-
|
‘paling
(dasar)’
|
-tercantik
|
*Catatan :
·
Semua
kata berprefiks pe- dengan dasar ajektiva sesungguhnya berkategori nomina sebab
semua dapat diawali adverbia bukantetapi tidak semua dapat diawali adverbia
agak dan sangat.bentuk agak pemalu berterima tetapi bentuk agak pemuda dan
sangat pembersih tidak berterima.
·
Kata
penakut bila dibentuk langsung dari dasar ditambah prefiks me- akan bermakna
gramatikal ‘yang memiliki sifat takut’, tetapi kalau dibentuk melalui verba
menakutkan akan bermakna gramatikal ‘yang menjadikan takut’.
·
Ada
sejumlah kata berprefiks ter- yang berbentuk dasarnya bukan ajektiva, tetapi
memiliki persyaratan untuk disebut kategori ajektiva, sebab dapat didahului
adverbia agak dan sangat yang memiliki komponen makna (+keadaan)
misalnya; tertinggal à agak tertinggal, sangat
tertinggal.
1.2 Pembentukan
Ajektiva Bersufiks –an, Berkonfiks ke-an dan Berklofiks me-an,me-i.
|
Afiksasi
|
komponen
|
Makna
gramatikal
|
contoh
|
|
Sufiks -an
|
-
|
‘lebih
(dasar)’
|
-pintaran A
|
|
Konfiks ke-an
|
(+warna)
|
‘agak (dasar)’
|
-kehitaman
|
|
Klofiks me-an
|
(+sikap batin)
|
‘menyebabkan
jadi(dasar)’
|
-memalukan
|
|
Klofiks me-i
|
(+rasa batin)
|
‘ merasa
(dasar)’
|
-mencintai
|
*catatan :
ü Dasar ajektiva
sufiks –an bukanlah berkategori adverbia, melainkan berkategori verba, sebab
tidak dapat diawali adverbia agak atau sangat.
ü Ada sejumlah
makna gramatikal yang dimiliki dasar ajektiva bila diberi konfiks ke-an
Diantaranya;
|
no
|
Komponen
|
Makna
gramatikal
|
contoh
|
|
1
|
(+warna)
(+rasa)
(+ukuran)
|
‘terlalu
(dasar)’
|
-kehitaman
-keasinan
-kekecilan
|
|
2
|
(+sikap batin)
|
‘hal (dasar)’
|
-ketakutan
|
|
3
|
(+rasa fisik)
|
‘mengalami(dasar)’
|
-kegerahan
|
ü Dasar ajektiva
dengan klofiks me-kan sesungguhnya berkategori ganda, yaitu ajektiva dan verba.
Sebagai ajektiva verba ia dapat didahului oleh adverbia agak dan sangat. Dan
sebagai verba dapat diikuti objek, jadi bentuk kontruksi-kontruksi tersebut
berterima;
-agak memalukan
orang banyak.
-sangat
memalukan orang banyak.
ü Begitu juga
dengan ajektiva berklofiks me-i sesungguhnya berkategori ganda sama halnya
ajektiva klofiks me-kan.
1.3 Dasar Lain
Berkomponen Makna (+keadaan)
|
ü
|
Kosakata
bahasa indonesia berkategori ajektiva merupakan ‘barang jadi’.
|
|
ü
|
Disebut
‘barang jadi’ jika seratus persen berkategori ajektiva, tetapi banyak pula
yang tidak.
|
|
ü
|
‘barang
jadi’ berkategori ajektiva memiliki komponen makna (+bendaan) atau
(+tindakan). Misalnya: ajektiva merah memiliki komponen makna (+bendaan)
sehingga bisa didahului negasi bukan dan tidak.
|
|
ü
|
Sehingga
bentuk bukan merah atau tidak merah berterima.
|
|
ü
|
Ajektiva marah
dan benci memiliki komponen makna tindakan
|
|
ü
|
Sebaliknya,
nomina untuk dan rugi juga memiliki komponen (+keadaan)
|
|
ü
|
Bentuk bukan
untung, tidak untung sama-sama diterima
|
|
ü
|
Jadi bentuk
turunan beruntung bisa disebut turunan verba juga bisa ajektiva
|
1.4 Pembentukan
Ajektiva dengan “Afiks” Serapan.
Menurut buku
pedoman EYD dan buku pedoman pembentukan istilah PPI, penyerapan kata asing dilakukan secara utuh, bukan terpisah
antara dasar dan afiksnya. (Chaer:2008:176)
1.4.1 Kata
Serapan Bahasa Inggris dan Belanda
|
No
|
akhiran
|
contoh
|
|
1
|
if
|
-aktif
-pasif
-edukatif
-mekanik
-pluralistik
-konsultatif
|
|
2
|
ik
|
-akademik
-pluralistik
-kritik
-heroik
|
|
3
|
is
|
-teknis
-akademis
-kronologis
|
|
4
|
al
|
-konseptual
-gramatikal
|
|
5
|
il
|
-prinsipil
-idiil
-komersil
|
1.4.2 Kata
Serapan dari Bahasa Arab
|
no
|
akhiran
|
contoh
|
|
1
|
i
|
-rohani
-jasmani
-islami
|
|
2
|
iah
|
-islamiah
-surgawiah
|
|
3
|
wi
|
-duniawi
-manusiawi
|
|
4
|
in
|
-muslimin
-mukminin
|
|
5
|
At
|
-hadirat
-muslimat
|
*Catatan : tampaknya akhiran unsur serapan, tidak produktif untuk
pembentukan kata bahasa indonesia







0 komentar:
Posting Komentar