Selasa, 29 November 2016

RESUM AFIKSASI AJEKTIVAL (MORFOLOGI)


AFIKSASI:
PEMBENTUKAN AJEKTIVA

Kategori ajektiva dalam kosakata bahasa indonesia pada umumnya berupa kata yang telah ‘jadi’ atau bentuk yang berupa akar. Maka tidak perlu dibentuk  trlebih dahulu dengan afiks. Jadi tidak sama dengan kata-kata yang berkategori nomina dan verba yang terlebih dahulu yang dibentuk dengan proses afiksasi. Namun, hampir semua buku tata bahasa, termasuk juga buku kridalaksana (1989) dan buku alwi (1998) ada sejumlah kata berafiks yang bentuk dasarnya berkategori ajektiva dan berkategori nomina tetapi memiliki komponen makna (+sifat) atau (+keadaan) digolongkan juga sebagai kat berkelas ajektiva. Dasar ajektiva berafiks indonesia memang diakui ada yang bertumpang tindih. (Chaer:2008:168)
1.      Dasar Ajektiva Berprefiks pe-
Ada dua macam proses pembubuhan prefiks pe- pada dasar ajektiva. Yang pertama diimbuhkan langsung, dan yang kedua diimbuhkan melalui verba berafiks me-kan.(Chaer:2008:169) Perhatikan bagan berikut:




1.1  Pembentukan Ajektiva berprefiks
Prefiks
Komponen makna
Makna gramatikal
contoh
-pe
(+sikap batin)
(+keadaan fisik)
‘yang memiliki sifat (dasar)
‘yang menjadikan (dasar)
-pemalu
-pembersih
Se-
             -
‘sama (dasar)’
-sepintar A
Ter-
             -
‘paling (dasar)’
-tercantik
*Catatan :
·         Semua kata berprefiks pe- dengan dasar ajektiva sesungguhnya berkategori nomina sebab semua dapat diawali adverbia bukantetapi tidak semua dapat diawali adverbia agak dan sangat.bentuk agak pemalu berterima tetapi bentuk agak pemuda dan sangat pembersih tidak berterima.
·         Kata penakut bila dibentuk langsung dari dasar ditambah prefiks me- akan bermakna gramatikal ‘yang memiliki sifat takut’, tetapi kalau dibentuk melalui verba menakutkan akan bermakna gramatikal ‘yang menjadikan takut’.
·         Ada sejumlah kata berprefiks ter- yang berbentuk dasarnya bukan ajektiva, tetapi memiliki persyaratan untuk disebut kategori ajektiva, sebab dapat didahului adverbia agak dan sangat yang memiliki komponen makna (+keadaan)
misalnya; tertinggal à agak tertinggal, sangat tertinggal.
1.2 Pembentukan Ajektiva Bersufiks –an, Berkonfiks ke-an dan Berklofiks me-an,me-i.
Afiksasi
komponen
Makna gramatikal
contoh
Sufiks -an
        -
‘lebih (dasar)’
-pintaran A
Konfiks ke-an
(+warna)
‘agak (dasar)’
-kehitaman
Klofiks me-an
(+sikap batin)
‘menyebabkan jadi(dasar)’
-memalukan
Klofiks me-i
(+rasa batin)
‘ merasa (dasar)’
-mencintai
*catatan :
ü  Dasar ajektiva sufiks –an bukanlah berkategori adverbia, melainkan berkategori verba, sebab tidak dapat diawali adverbia agak atau sangat.
ü  Ada sejumlah makna gramatikal yang dimiliki dasar ajektiva bila diberi konfiks ke-an
Diantaranya;
no
Komponen
Makna gramatikal
contoh
1
(+warna)
(+rasa)
(+ukuran)

‘terlalu (dasar)’
-kehitaman
-keasinan
-kekecilan
2
(+sikap batin)
‘hal (dasar)’
-ketakutan
3
(+rasa fisik)
‘mengalami(dasar)’
-kegerahan
ü  Dasar ajektiva dengan klofiks me-kan sesungguhnya berkategori ganda, yaitu ajektiva dan verba. Sebagai ajektiva verba ia dapat didahului oleh adverbia agak dan sangat. Dan sebagai verba dapat diikuti objek, jadi bentuk kontruksi-kontruksi tersebut berterima;
-agak memalukan orang banyak.
-sangat memalukan orang banyak.
ü  Begitu juga dengan ajektiva berklofiks me-i sesungguhnya berkategori ganda sama halnya ajektiva klofiks me-kan.
1.3 Dasar Lain Berkomponen Makna (+keadaan)
ü   
Kosakata bahasa indonesia berkategori ajektiva merupakan ‘barang jadi’.
ü   
Disebut ‘barang jadi’ jika seratus persen berkategori ajektiva, tetapi banyak pula yang tidak.
ü   
‘barang jadi’ berkategori ajektiva memiliki komponen makna (+bendaan) atau (+tindakan). Misalnya: ajektiva merah memiliki komponen makna (+bendaan) sehingga bisa didahului negasi bukan dan tidak.
ü   
Sehingga bentuk bukan merah atau tidak merah berterima.
ü   
Ajektiva marah dan benci memiliki komponen makna tindakan
ü   
Sebaliknya, nomina untuk dan rugi juga memiliki komponen (+keadaan)
ü   
Bentuk bukan untung, tidak untung sama-sama diterima
ü   
Jadi bentuk turunan beruntung bisa disebut turunan verba juga bisa ajektiva

1.4 Pembentukan Ajektiva dengan “Afiks” Serapan.
Menurut buku pedoman EYD dan buku pedoman pembentukan istilah PPI, penyerapan kata  asing dilakukan secara utuh, bukan terpisah antara dasar dan afiksnya. (Chaer:2008:176)


1.4.1 Kata Serapan Bahasa Inggris dan Belanda
No
akhiran
contoh
 1
if
-aktif
-pasif
-edukatif
-mekanik
-pluralistik
-konsultatif
2
ik
-akademik
-pluralistik
-kritik
-heroik
3
is
-teknis
-akademis
-kronologis
4
al
-konseptual
-gramatikal
5
il
-prinsipil
-idiil
-komersil

1.4.2 Kata Serapan dari Bahasa Arab
no
akhiran
contoh
1
i
-rohani
-jasmani
-islami
2
iah
-islamiah
-surgawiah
3
wi
-duniawi
-manusiawi
4
in
-muslimin
-mukminin
5
At
-hadirat
-muslimat

                                  

*Catatan : tampaknya akhiran unsur serapan, tidak produktif untuk pembentukan kata bahasa indonesia

0 komentar:

Posting Komentar