Selasa, 29 November 2016

RESUM MORFOFONEMIK (MORFOLOGI)



MORFOFONEMIK
Morfofonemik, disebut juga morfonemik, morfofonologi, atau morfonologi adalah kajian mengenai terjadinya perubahan bunyi atau perubahan fonem sebagai akibat dari proses morfologi, baik proses afiksasi, proses reduplikasi, maupun proses komposisi.(Abdul Chaer:2008:43). Singkat kata morfofonemik adalah peristiwa berubahnya wujud morfomis dalam proses morfologi, baik afiksasi, reduplikasi, ataupun komposisi. Contohnya dalam proses afiksasi bahasa indonesia dengan prefiks me- akan terlihat bahwa prefiks me- akan berubah menjadi mem-, meny-, men-, meng-, atau menge-. Misalnya:
Me + sikat à menyikat
Kalau bentuk dasarnya konsonan /s/ maka prefiks me- itu akan menjadi meny- seperti pada kata menyikat.
1.Jenis Perubahan
No
        Proses
            Pengertian
            Contoh
1
Pemunculan fonem
Munculnya fonem yang semula tidak ada
-Me + baca à membaca
-Hari  + an à hariyan
2
Pelepasan fonem
Hilangnya fonem
-Ber + kerja à bekerja
-Sejarah + wan à sejarawan
-kereta + api à keretapi
3
Peluluhan fonem
Luluhnya fonem serta di-senyawakan dengan fonem lain
-me + sikat à menyikat

4
Perubahan fonem
Perubahan sebuah fonem
-ber +ajar à belajar
-ter + anjur à terlanjur
5
Pergeseran fonem
Berubahnya fonem dari satu suku kata ke suku kata lain
-ja.wab +an à ja. wa.ban
-me+lompat+i à me.lom.pati

2. Morfofonemik dalam Pembentukan Kata Bahasa Indonesia
            Morfofonemik dalam pembentukan bahasa indonesia terjadi dalam proses afiksasi sedangkan dalam proses reduplikasi dan komposisi hampir tidak ada. Dalam proses afiksasi itupun terdapat pada prefiksasi ber-, me-, pe-, per-,konfiksasi pe-an, per-an,dan sufiksasi -an. (Abdul Chaer:2008:46)

2.1 Prefiksasi ber-
a.   Pelepasan fonem /r/ pada prefiks ber- terjadi apabila bentuk dasar yang diimbuhi mulai   dengan fonem /r/ atau suku pertama bentuk dasarnya berbunyi [er]. Misalnya:
ber + racun à beracun
ber + cermin à becermin
ber + ternak à beternak
b.    Perubahan fonem /r/ pada prefiks ber- menjadi /l/ terjadi bila bentuk dasarnya akar ajar, tidak ada contoh lain.
Ber + ajar à belajar
c.       Pengekalan fonem /r/ pada prefiks ber- tetap /r/ .misalnya selain bentuk dasar di (a) dan (b)
ber + korban à berkorban
ber + lari à berlari

2.2  Prefiksasi me- (termasuk klofiks me-kan dan me-i)
a.    Pengekalan fonem  apabila bentuk dasarnya diawali dengan konsonan /r, l, w, m, n, ng, dan ny/. Contohnya: me + rawat à merawat
b.      Penambahan fonem, yakni penambahan fonem nasal /m, n, ng, dan nge/. Penambahan  fonem nasal /m/ terjadi apabila bentuk dasarnya dimulai dengan konsonan /b/ dan /f/. 
       Contohnya: me + fitnah à memfitnah
Penambahan fonem nasal /n/ terjadi apabila bentuk dasarnya dimulai dengan konsonan /d/. Contohnya: me + dengar à mendengar
Penambahan fonem nasal /ng/ terjadi apabila bentuk dasarnya dimulai dengan konsonan /g, h, kh, a, l, u, e, dan o/. Contohnya: me + aduk à mengaduk
Penambahan fonem nasal /nge/ terjadi apabila bentuk dasarnya hanya terdiri dari satu kata. Contohnya: me + lap à mengelap
c.   Peluluhan fonem terjadi apabila prefiks me- diimbuhkan pada bentuk dasar yang dimulai dengan konsonan bersuara /s, k, p, dan r/. dalam hal ini konsonan /s/ diluluhkan dengan nasal /ny/, konsonan /k/ diluluhkan dengan nasal /ng/. konsonan /p/ diluluhkan dengan nasal /m/, dan konsonan /t/ diluluhkan dengan nasal /n/. Misalnya:
me + kirim à mengirim
me +potong à memontong

2.3  Prefiksasi pe- dan konfiksasi pe-an
a.       Pengekalan fonem terjadi apabila bentuk dasarnya diawali dengan konsonan /r,l, y, m, n, ng, dan ny/. Contohnya: pe + rawat + an à perawatan
b.    Penambahan fonem, yakni penambahan fonem nasal /m, n, ng, dan nge/ antara prefiks dan bentuk dasar. Penambahan fonem nasal /m/ terjadi apabila bentuk dasarnya diawali oleh konsonan /b/. Contohnya: pe + buru à pemburu
Penambahan fonem nasal /n/ terjadi apabila bentuk dasarnya diawali oleh konsona /d/. Contohnya: pe + duga + an à pendugaan
c.       Penambahan fonem nasal /ng/ terjadi apabila bentuk dasarnya diawali dengan konsonan /g, h, kh, a, l, u, e, dan o/. 
       Contohnya: pe + inap à penginap
d.   Penambahan fonem nasal /nge/ terjadi apabila bentuk dasarnya berupa bentuk dasar satu suku. Contohnya: pe + cor + an à pengecoran
e.     Peluluhan fonem, apabila prefiks pe- (atau pe-an) diimbuhkan pada bentuk dasar yang diawali dengan konsonan bersuara /s, k, p, dan t/. Dalam hal ini konsonan /s/ diluluhkan dengan nasal /ny/, konsonan /k/ diluluhkan dengan nasal /ng/, konsonan /p/ nasal /n/. Contoh: pe + pilih + an à pemilihan

2.4  Perifikasi per- dan Konfiksasi per-an
a.       Pelepasan fonem /r/ terjadi apabila bentuk dasarrnya dimulai dengan fonem /r/ atau suku pertamanya /er/. Contoh: per + rendah à perendah
b.      Perubahan fonem /r/ menjadi /l/ terjadi apabila bentuk dasarnya berubah kata ajar.
c.    Pengekalan fonem /r/ terjadi apabia bentuk dasarnya bukan yang disebabkan pada dan di atas. Contoh : per + kaya à perkaya

2.5  Sufiksasi –an
a.       Pemunculan fonem, ada tiga macam fonem yang dimunculkan dalam pengimbuhan ini, yaitu fonem /w/, fonem /y/, dan fonem glottal /?/. Pemunculan fonem /w/ dapat terjadi apabila sukfiks –an itu diimbuhkan pada bentuk dasar yang berakhir dengan vokal/u/. Contoh : pandu + an à panduwan
b.      Pergeseran fonem, terjadi apabila sufiks –an itu diimbuhkan pada bentuk dasar yang berakhiran dengan sebuah konsonan Dalam pergeseran ini, konsonan tersebut bergeser membentuk suku kata baru dengan sufuk –an
      Contohnya:
kenang + an à ke.na.ngan
2.6  Prefiksasi ter-
a.   Pelepasan fonem dapat terjadi apabila prefiks ter- itu diimbuhkan pada bentuk dasayang dimulai dengan konsonan /r/. Contohnya: ter + rasa à terasa
b.    Perubahan fonem /r/ pada prefiks ter- menjadi fonem /l/ terjadi apabila prefiks ter- itu diimbuhkan pada bentuk dasar anjur.
c.     Pengekalan fonem /r/ pada prefiks ter- tetap menjadi /r/ apabila prefiks ter-  itu diimbuhkan pada bentuk dasar yang bukan disebutkan pada a dan b diatas.contohnya: ter + jauh à terjauh.

3. Bunyi Nasal dan Tak Nasal
Hadir tidaknya bunyi nasal atau tidak berkaitan erat dengan tiga hal, yaitu (1) tipe 
verba  yang menurunkan bentuk kata itu ,(2) upaya pembentukan kata sebagai istilah, (3) upaya pemberian makna tertentu.(Abdul Chaer:2008:57). Kaitan dengan tipe verba dalam kaitanya dengan proses nasalisasi. Keempat verba itu adalah verba prefiks me-, verba prefiks me- dengan pangkal per-, per-kan, perr-l, verba perfiks be-, verba dasar.kaidah penasalan prefiks me-.
afiks
nasal
Fonem awal bentuk dasar
me-
me-kan
me-i

1.      q
2.      m
3.      n
4.      ny
5.      ng

l, r,w,y,m,n,ny,ng
b,p,f
d,t
s,c,j
k,g,h,kh,a,l,u,e,o

6.      nge
eka suku

Keterangan:
Proses pengimbuhan me-, me-kan, me-i, akan terjadi.
1.      Nasal tidak muncul bila bentuk dasar diawali dengan huruf l,r,w,y,m,n,ny,ng.
Contoh: melompat, peloncat, peloncatan.
2.      Akan muncul nasal /m/ bila diawali dengan fonem / b,p,f/.
Contoh : Memilih, pemilih, pemilihan.
3.      Muncul nasal /n/ bila diawali dengan fonem /d,t/
 contoh : mendapat, pendapat, pendapatan.
4.      Nasal /ny/ bila diawali fonem /s,c,j/ contoh: menyuri,penyuci,menyuri.
5.      Nasal /ng/ bila diawali /k,g,h,kh,a,l,u,e,o/ contoh: menghina, penghina, penghinaan.

6.      Nasal /nge/ bila diawali ekasuku. Contohnya : mengetik, pengetik, pengetikan.

0 komentar:

Posting Komentar