MORFOFONEMIK
Morfofonemik,
disebut juga morfonemik, morfofonologi, atau morfonologi adalah kajian mengenai
terjadinya perubahan bunyi atau perubahan fonem sebagai akibat dari proses
morfologi, baik proses afiksasi, proses reduplikasi, maupun proses komposisi.(Abdul
Chaer:2008:43). Singkat kata morfofonemik adalah peristiwa berubahnya wujud
morfomis dalam proses morfologi, baik afiksasi, reduplikasi, ataupun komposisi.
Contohnya dalam proses afiksasi bahasa indonesia dengan prefiks me- akan terlihat bahwa prefiks me- akan berubah menjadi mem-, meny-, men-, meng-, atau menge-. Misalnya:
Me
+ sikat à menyikat
Kalau bentuk
dasarnya konsonan /s/ maka prefiks me- itu
akan menjadi meny- seperti pada kata
menyikat.
1.Jenis
Perubahan
|
No
|
Proses
|
Pengertian
|
Contoh
|
|
1
|
Pemunculan
fonem
|
Munculnya
fonem yang semula tidak ada
|
-Me + baca à membaca
-Hari + an à hariyan
|
|
2
|
Pelepasan
fonem
|
Hilangnya
fonem
|
-Ber + kerja à bekerja
-Sejarah + wan
à sejarawan
-kereta + api à keretapi
|
|
3
|
Peluluhan
fonem
|
Luluhnya fonem serta di-senyawakan
dengan fonem lain
|
-me + sikat à menyikat
|
|
4
|
Perubahan
fonem
|
Perubahan
sebuah fonem
|
-ber +ajar à belajar
-ter + anjur à terlanjur
|
|
5
|
Pergeseran
fonem
|
Berubahnya
fonem dari satu suku kata ke suku kata lain
|
-ja.wab +an à ja. wa.ban
-me+lompat+i à me.lom.pati
|
2. Morfofonemik
dalam Pembentukan Kata Bahasa Indonesia
Morfofonemik dalam pembentukan
bahasa indonesia terjadi dalam proses afiksasi sedangkan dalam proses
reduplikasi dan komposisi hampir tidak ada. Dalam proses afiksasi itupun
terdapat pada prefiksasi ber-, me-, pe-,
per-,konfiksasi pe-an, per-an,dan
sufiksasi -an. (Abdul Chaer:2008:46)
2.1 Prefiksasi
ber-
a. Pelepasan
fonem /r/ pada prefiks ber- terjadi apabila bentuk dasar yang diimbuhi
mulai dengan fonem /r/ atau suku
pertama bentuk dasarnya berbunyi [er]. Misalnya:
ber + racun à beracun
ber + cermin à becermin
ber + ternak à beternak
b. Perubahan
fonem /r/ pada prefiks ber- menjadi /l/ terjadi bila bentuk dasarnya akar ajar, tidak ada contoh lain.
Ber + ajar à belajar
c.
Pengekalan
fonem /r/ pada prefiks ber- tetap /r/ .misalnya selain bentuk dasar di (a) dan (b)
ber + korban à berkorban
ber + lari à berlari
2.2
Prefiksasi
me- (termasuk klofiks me-kan dan me-i)
a. Pengekalan fonem apabila bentuk
dasarnya diawali dengan konsonan /r, l, w, m, n, ng, dan ny/. Contohnya: me +
rawat à merawat
b.
Penambahan fonem, yakni penambahan fonem nasal /m, n, ng, dan nge/.
Penambahan fonem nasal /m/ terjadi apabila bentuk dasarnya dimulai
dengan konsonan /b/ dan /f/.
Contohnya: me + fitnah à memfitnah
Penambahan fonem nasal
/n/ terjadi apabila bentuk dasarnya dimulai dengan konsonan /d/. Contohnya: me
+ dengar à mendengar
Penambahan fonem nasal
/ng/ terjadi apabila bentuk dasarnya dimulai dengan konsonan /g, h, kh, a, l,
u, e, dan o/. Contohnya: me + aduk à mengaduk
Penambahan fonem nasal
/nge/ terjadi apabila bentuk dasarnya hanya terdiri dari satu kata. Contohnya:
me + lap à mengelap
c. Peluluhan fonem terjadi apabila prefiks me- diimbuhkan pada
bentuk dasar yang dimulai dengan konsonan bersuara /s, k, p, dan r/. dalam hal
ini konsonan /s/ diluluhkan dengan nasal /ny/, konsonan /k/ diluluhkan dengan
nasal /ng/. konsonan /p/ diluluhkan dengan nasal /m/, dan konsonan /t/
diluluhkan dengan nasal /n/. Misalnya:
me + kirim à mengirim
me +potong à memontong
2.3
Prefiksasi pe- dan konfiksasi pe-an
a.
Pengekalan fonem terjadi apabila bentuk dasarnya diawali dengan konsonan
/r,l, y, m, n, ng, dan ny/. Contohnya: pe + rawat + an à perawatan
b. Penambahan fonem, yakni penambahan fonem nasal /m, n, ng, dan nge/ antara
prefiks dan bentuk dasar. Penambahan fonem nasal /m/ terjadi apabila bentuk
dasarnya diawali oleh konsonan /b/. Contohnya: pe + buru à pemburu
Penambahan fonem nasal /n/ terjadi
apabila bentuk dasarnya diawali oleh konsona /d/. Contohnya: pe + duga + an à pendugaan
c.
Penambahan fonem nasal /ng/ terjadi apabila bentuk dasarnya diawali dengan
konsonan /g, h, kh, a, l, u, e, dan o/.
Contohnya: pe + inap à penginap
d. Penambahan fonem nasal /nge/ terjadi apabila bentuk dasarnya berupa bentuk
dasar satu suku. Contohnya: pe + cor + an à pengecoran
e. Peluluhan fonem, apabila prefiks pe- (atau pe-an)
diimbuhkan pada bentuk dasar yang diawali dengan konsonan bersuara /s, k, p,
dan t/. Dalam hal ini konsonan /s/ diluluhkan dengan nasal /ny/, konsonan /k/
diluluhkan dengan nasal /ng/, konsonan /p/ nasal /n/. Contoh: pe + pilih + an à pemilihan
2.4
Perifikasi per- dan Konfiksasi per-an
a.
Pelepasan fonem /r/ terjadi apabila bentuk dasarrnya dimulai dengan fonem
/r/ atau suku pertamanya /er/. Contoh: per + rendah à perendah
b.
Perubahan fonem /r/ menjadi /l/ terjadi apabila bentuk dasarnya berubah
kata ajar.
c. Pengekalan fonem /r/ terjadi apabia bentuk dasarnya bukan yang disebabkan pada a dan b di
atas. Contoh : per + kaya à perkaya
2.5
Sufiksasi –an
a.
Pemunculan fonem, ada tiga macam fonem yang dimunculkan dalam pengimbuhan
ini, yaitu fonem /w/, fonem /y/, dan fonem glottal /?/. Pemunculan fonem /w/
dapat terjadi apabila sukfiks –an itu diimbuhkan pada bentuk dasar yang
berakhir dengan vokal/u/. Contoh : pandu + an à panduwan
b.
Pergeseran fonem, terjadi apabila sufiks –an itu
diimbuhkan pada bentuk dasar yang berakhiran dengan sebuah konsonan Dalam
pergeseran ini, konsonan tersebut bergeser membentuk suku kata baru dengan
sufuk –an.
Contohnya:
kenang + an à ke.na.ngan
2.6
Prefiksasi ter-
a. Pelepasan fonem dapat terjadi apabila prefiks ter- itu
diimbuhkan pada bentuk dasayang dimulai dengan konsonan /r/. Contohnya: ter + rasa à terasa
b. Perubahan fonem /r/ pada prefiks ter- menjadi fonem /l/ terjadi
apabila prefiks ter- itu diimbuhkan pada bentuk dasar anjur.
c. Pengekalan fonem /r/ pada prefiks ter- tetap menjadi /r/
apabila prefiks ter- itu diimbuhkan pada bentuk dasar yang bukan
disebutkan pada a dan b diatas.contohnya: ter + jauh à terjauh.
3. Bunyi Nasal dan Tak
Nasal
Hadir tidaknya bunyi nasal atau tidak berkaitan erat dengan tiga hal, yaitu
(1) tipe
verba yang menurunkan bentuk kata itu ,(2) upaya
pembentukan kata sebagai istilah, (3) upaya pemberian makna tertentu.(Abdul
Chaer:2008:57). Kaitan dengan tipe verba dalam kaitanya dengan proses
nasalisasi. Keempat verba itu adalah verba prefiks me-, verba prefiks me-
dengan pangkal per-, per-kan, perr-l, verba perfiks be-, verba dasar.kaidah
penasalan prefiks me-.
|
afiks
|
nasal
|
Fonem awal bentuk dasar
|
|
me-
me-kan
me-i
|
1. q
2. m
3. n
4. ny
5. ng
|
l, r,w,y,m,n,ny,ng
b,p,f
d,t
s,c,j
k,g,h,kh,a,l,u,e,o
|
|
|
6. nge
|
eka suku
|
Keterangan:
Proses pengimbuhan me-, me-kan, me-i, akan terjadi.
1.
Nasal tidak muncul bila bentuk dasar diawali
dengan huruf l,r,w,y,m,n,ny,ng.
Contoh:
melompat, peloncat, peloncatan.
2.
Akan muncul nasal /m/ bila diawali dengan fonem
/ b,p,f/.
Contoh : Memilih,
pemilih, pemilihan.
3.
Muncul nasal /n/ bila diawali dengan fonem /d,t/
contoh : mendapat, pendapat, pendapatan.
4.
Nasal /ny/ bila diawali fonem /s,c,j/ contoh:
menyuri,penyuci,menyuri.
5.
Nasal /ng/ bila diawali /k,g,h,kh,a,l,u,e,o/
contoh: menghina, penghina, penghinaan.
6.
Nasal /nge/ bila diawali ekasuku. Contohnya :
mengetik, pengetik, pengetikan.






0 komentar:
Posting Komentar