This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 29 November 2016

RESUM KOMPOSISI MORFOLOGI

KOMPOSISI
Komposisi adalah proses penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk berimbuhan)  untuk mewadahi suatu “ konsep” yang belum tertampung dalam sebuah kata.(Chaer, 2008:209)
1.1  Komposisi dalam Peristilahan
ü  Alisyahbana (1953), Istilah pertama yang banyak digunakan adalah kata majemuk, Istilah ini digunakan untuk mengacu kepada konsep “gabungan dua buah kata atau lebih” yang memiliki makna baru.
Contoh : -     kumis kucing ‘sejenis tanaman yang...’ adalah kata majemuk
-          kumis kucing ‘kumis dari kucing’ adalah bukan kata majemuk
Jadi dapat ditarik kesimpulan :
1.      Identik dengan konsep idiom dalam kajian semantik.
2.      Dibuatnya dikolomi kata majemuk dan bukan kata majemuk
ü  Fokker (1951), menggunakan istilah kelompok kata, yang dibedakan atas
1.      Kelompok longgar dimaksudkan untuk kelompok kata yang hubungan antara unsur-unsurnya bersifat tidak mengikat.
2.      Kelompok erat adalah kelompok yang hubungan antara unsur-unsurnya bersifat erat dan tidak dapat dipisahkan.
Jadi jika dibandingkan dengan peristilahan Alisyahbana:
1.      Kelompok longgar = bukan kata majemuk
2.      Kelompok erat = kata majemuk
ü  C.A Mees (1957), mengunakan istilah kata majemuk dan aneksi
Jadi kata majemuk untuk komposisi yang bermakna idiomatik dan aneksi untuk komposisi yang bukan bermakna idiomatik.
ü  Kridalaksana (1989) menyamakan istilah komposisi sama dengan perpaduan atau pemanajemukan, yaitu proses penggabungan dua leksem atau lebih yang membentuk kata. Hasil proses itu disebut paduan leksem atau kompositum, yang menjadi kata calon kata majemuk. Kompositum adalah proses mofologis sedangkan frasa adalah proses sintaksis yang dibentuk dari  kata dengan kata.
ü  Alwi (1998) tidak membicarakan komposisi menjadi satu bab, melainkan dimasukan dalam verba majemuk, ajektifa majemuk, nomina majemuk.(lihat Chaer, 2003)
(Chaer, 2008,211)

1.2  Aspek Semantik Komposisi
Tujuan utama membentuk komposisi adalah untuk menampung atau mewadahi konsep-konsep yang ada dalam kehidupan kita tetapi belum ada wadahnya dalam bentuk sebuah kata. Dilihat dari usaha untuk menampung konsep-konsep ini dapat dibedakan adanya lima macam komposisi.(Chaer, 2008: 213)
ü  Komposisi yang menampung konsep- konsep yang digabungkan sederajat, sehingga membentuk komposisi yang koordinatif.
Contoh : jauh dekat           ‘jauh dan dekat’/ ‘jauh atau dekat’
ü  Komposisi yang menampung konsep-konsep yang digabung tidak sederajat, sehingga melahirkan komposisi yang suborninatif.
Contoh :     sate         ayam                        ‘sate yang berasal dari madura’
               (+bahan) (+tempat)
ü  Komposisi yang menghasilkan istilah, yakni yang maknanya sudah pasti, sudah tertentu, meskipun bebas dari konteks kalimatnya, karena sebagai istilah hanya digunakan daam bidang ilmu atau kegiatan tertentu. Beberpa contoh istilah dalam bentuk komposisi :
Istilah olahraga à tolak peluru                 istilah pendidikanà guru bantu
Istilah linguistik à morfem bebas            istilah agama à ayat kursi
Istilah politik à hak angket
ü  Komposisi pembentuk idiom, yakni penggabungan dasar dengan dasar yang menghasilkan makna idiomatik, yaitu makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun gramatikal. Contoh : memeras keringat ‘bekerja keras’
ü  Komposisi yang menghasilkan nama, yakni yang mengacu pada sebuah maujud dalam dunia nyata. Contoh : Stasiun Gambir (Chaer, 2008: 213-215)
1.3  Pengembangan komposisi
·         Komposisi Nomina
Komposisi nomina adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori nomina (kata benda). Komposisi nomina dapat dibentuk dari dasar
1)   Nomina + nomina, seperti kakek nenek, meja kayu, sate kambing
2)   Nomina + verba, seperti meja makan,, buku ajar, ruang tunggu.
3)   Nomina + adjektifa, seperti guru muda, mobil kecil, meja hijau.
4)   Adverbial + nomina, seperti bukan uang, banyak serigala, beberapa guru.
·         Komposisi bermakna gramatikal (Chaer, 2008:217)
    Makna gramatikal
               Komponen makna
               Contoh
‘gabungan biasa’
(+pasangan antonim relasion)
(+anggota dari satuan medan makna)
·         Ayah ibu
·         Topan badai
‘bagian’
(+bagian dari unsur kedua)
·         Akhir bulan
‘kepunyaan’
(+ benda termilik)
·         Tongkat kakek
‘asal bahan’
(+bahan pembuat unsur pertama)
·         Cincin emas
‘asal tempat’
(+tempat berasal unsur pertama)
·         Sate padang
‘bercampur’
(+pencampuran pada unsur pertama)
·         Teh susu
‘hasil buatan’
(+pembuat unsur pertama)
·         Mobil jepang
‘tempat melakukan sesuatu’
(+ruang) dan (+tindakan)
·         Kamar mandi
‘kegunaan tertentu’
(+kegunaan) dan (+tindakan)
·         Kapur tulis
‘bentuk’
(+bentuk)
·         Besi bulat
‘jenis’
(+benda generik)
·         Pisau lipat
‘keadaan’
(+benda) dan (+keadaan)
·         Buku tipis
‘seperti’
(+benda buatan)
·         Gula pasir
‘jender’
(+gender)
·         Sapi betina
‘model’
(+benda buatan)
·         Rumah eropa
‘memakai’
(+benda alat) (+bahan yang digunakan)
·         Kereta listrik
‘yang di...’
(+perilaku terhadap unsur pertama)
·         Anak angkat
‘ada di..’
(+kegiatan) dan (+ruang)
·         Bajak laut
‘yang (biasa) melakukan
(+pelaku) dan (+tindakan)
·         Juru parkir
·        
Makna Ideomatik
 
Idiom sebagian
 
Komposisi Nominal Bermakna Idiomatik
 



Seluruh komposisi tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun gramatikal
 
Salah satu unsurnya masih memiliki makna leksikal
 
                                                                                                                          


·         Komposisi nominal metaforis
Metaforis yakni dengan mengambil salah satu komponen makna yang dimiliki unsur-unsur tersebut. Contoh : kaki mobil
·         Komposisi Nominal Nama dan Istilah
Nama
Istilah
Hotel indonesia
Buku ajar
Kali ciliwung
Garam beryodium
·         Komposisi Nominal dengan Adverbia
Ditentukan oleh makna lesikal, menyatakan negasi dan menyatakan jumlah
Contoh : - Bukan Anjing                     - Sedikit Air
(Chaer, 2008:216-224)
·         Komposisi verbal
Komposisi verbal adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori verbal (kata kerja). Komposisi verbal dapat dibentuk dari dasar:
1)   Verba + verba, seperti menyanyi menari, duduk termenung, makan minum.
2)   Verba + nomina, seperti gigit jari, membanting tulang, lompat galah.
3)   Verba + adjektifa, seperti lompat tinggi, lari cepat, terbaring gelisah.
4)   Adverbia + verba, seperti sudah makan, belum ketemu, masih tidur.
·         Komposisi Verbal Bermakna Gramatikal (Chaer,2008: 225-229)
Makna gramtikal
Komponen makna
Contoh
‘gabungan biasa’
-bersinonim
-medan makna
-berantonim
·         Caci maki
·         Makan minum
·         Bongkar pasang
‘gabunganmentertentangkan’
-berantonim
·         Maju mundur
‘sambil’
(+tindakan) dan(+gerak)
·         Duduk bersiul
‘lalu’
(+tindakan) dan(+gerak)
·         Pulang menangis
‘untuk’
(+tindakan) dan (+sasaran)
·         Pergi berobat
‘dengan’
(+tindakan) dan (+keadaan)
·         Datang merangkak
‘secara’
(+cara)
·         Terjun bebas
‘alat’
(+alat)
·         Terjun payung
‘waktu’
(+saat)
·         Makan siang
‘karena’
(+penyebab)
·         Mandi keringat
‘terhadap’
(+bahaya)
·         Tahan uji
‘sehingga’
(+kesudahan)
·         Pukul mundur
‘menuju’
(+arah tujuan)
·         Naik darat
‘arah kedatangan’
(+tempat kegiatan)
·         Habis mandi
‘seperti’
(+perbandingan)
·         Buta ayam
·         Komposisi Verbal Bermakna Idiomatikal
Hampir semua komposisi verbal yang bermakna idiomatikal berstruktur verbal+nominal atau kalusa predikat + objek . contoh : gigit jari, makan garam
·         Komposisi Verbal dengan Adverbia
Verba sebagai pengisi fungsi predikat dalam sebuah klausa sering didampingi oleh sebuah adverbia atau lebih. Contoh: tidak makan, sudah tidak makan.
(Chaer,2008:225-229)
·         Komposisi Ajektifal
Komposisi adjektiva adalah komposisi yang pada satuan klausa, berkategori adjektiva (kata sifat). Komposisi adjektiva dapat dibentuk dari dasar:
1)   Adjektiva + adjektiva, seperti tua muda, besar kecil, putih abu-abu.
2)   Adjektiva + nomina, seperti merah darah, keras hati, biru laut.
3)   Adjektiva + verba, seperti takut pulang, malu bertanya, berani pulang.
4)   Adverbia + adjektiva, seperti, tidak takut, agak malu, sangat menyenangkan.
·         Komposisi Ajektival Bermakna Gramatikal
Makna gramatikal
Komponen makna
       Contoh
‘gabungan biasa’
-sinonim
-antonim
-sejalan
·         Tua renta
·         Jauh dekat
·         Kecil mungil
‘alternatif’

·         Halal haram
‘seperti’
(+warna)
·         Hijau lumut
‘serba’

·         Putih-putih
‘untuk’
(+peristiwa)
·         Takut mati
‘kalau’
(+tindakan)
·         Khawatir mendengar

·         Komposisi Ajektival Bermakna Idiomatikal
Misalnya: Panjang usus dalam dalam arti ‘sabar’. Tinggi hati dalam arti ‘angkuh’.
·         Komposisi Ajektival dengan Adverbial
Hanya ada dua macam adverbia yang mendampingi ajektiva untuk membentuk komposisi ajektival, yaitu:
1.      Adverbial negasi : tidak.
2.      Adverbial derajat : agak, sama, lebih, kurang, sangat.
Contoh pemakaian :
1.      Tidak bagus, tidak baik
2.      Agak tinggi,

            ( Chaer, 2008:231-234)